Reuni, terkadang tidak hanya menjadi ajang pertemuan antara teman-teman lama yang mungkin sudah berbeda kota, memiliki keluarga, bahkan mengganti alat kelaminnya. Reuni juga kembali mempertemukan sepasang manusia yang sempat memadu kasih, entah itu jalur senyap atau jalur resmi.
Kemarin, Aku mendapatkan pesan dari teman lama, seorang perempuan yang sempat menjadi koki makanan instan, ibu pengasuh bahkan guru les matematika di kwartir era sekolah. Beliau menceritakan kegelisahannya pasca bertemu kembali dengan teman “intim” masa sekolah usai pesta pernikahan teman seangkatan.
“Kisah kami gatau jalur finishnya di mana. Aku mau marah, juga ga punya hak apa-apa. Aku bukan siapa-siapa dia, dan ga pernah jadi apa-apa” tulisnya dalam aplikasi hijau di malam itu.
Benar soal ini, karena semasa sekolah mereka hanya berteman. Pertemanan yang cukup “erat” makanya aku menggunakan kata “intim” di paragraf sebelumnya karena bingung menggunakan kata apa untuk menggambarkan keeratan mereka yang sama-sama memiliki pasangan namun di sekolah lain.
“Sekarang, aku udah punya jalur sendiri. Begitu pun dia. Tapi rasanya, aku masih ingin berbalik arah menuju ke jalur “nya”. Walaupun mustahil, bahkan untuk dimulai,” lanjutnya.
Di sini kegelisahan itu di mulai. Kenapa? karena teman perempuan ini sudah menikah dan memiliki anak. Namun masih terjebak dengan situasi romansa masa sekolah. Aku khawatir apa yang dia jalani sekarang berdampak ke anak-anaknya. Seperti ketidakharmonisan keluarga yang tentu berdampak pada tumbuh kembang anaknya atau menanam karma untuk anaknya di masa depan.
“Kalau aja dulu dia jauh lebih cepat ungkapin apa yang dia rasa, dan aku juga lebih cepat tahu apa yang dirasa. Mungkin sekarang, aku bukan cuma jadi kenangan,”
Mungkin ini bisa dikatakan “unfinished business” sebab mereka berpisah di ujung masa sekolah dengan tidak baik-baik dan berbeda kota bahkan pulau selama bertahun-tahun. Namun, ketika kembali bertemu mereka tidak kembali membahas atau menyelesaikan masalah yang dulu sempat memisahkan mereka. Sekali lagi, ini hanya analisa gembel ya. Selebihnya tidak tahu apakah analisa itu benar atau tidak h3h3h3.
Tapi yang jauh bikin penasaran sebenarnya apa sih yang membuat kisah ini terus bertahan bertahun-tahun? Meskipun satu sama lain sudah sempat menjalani hubungan dengan manusia lain di bumi. Namun, tetap kembali menjalin koneksi meskipun belum tahu letak ujungnya bagaimana.