Kenapa kita harus khawatir dengan kesendirian? Apakah kesendirian itu sebuah beban yang begitu berat jika dibandingkan dengan berbagai macam masalah yang kita hadapi? Sebentar, apakah kesendirian merupakan sebuah masalah? Sehingga harus menjadi sebuah kategori beban yang harus kita masukkan dalam daftar hidup kita?

Dalam sebuah “kesendirian” sebenarnya ada banyak perspektif yang bisa diambil. Tentu perspektif paling awal yang biasanya diambil adalah sedih, minder, insecure dan perspektif-perspektif nihil lainnya. Padahal dalam memaknai kesendirian ada banyak perspektif lain yang bisa diambil. Apalagi sebagai makhluk yang mengaku memiliki Tuhan, harusnya kesendirian bukan menjadi sebuah masalah.

Begini, aku beri beberapa perspektif lain dari suatu kesendirian dalam ranah makhluk yang mengaku memiliki Tuhan. Bagaimana jika Tuhan membiarkanmu sendiri karena Tuhan sayang denganmu, karena Tuhan peduli denganmu, Tuhan menjaga perasaanmu dari manusia-manusia yang sangat bisa menghancurkan hatimu begitu saja. Pernahkah berpikir begitu?

Lalu, bagaimana jika kesendirian merupakan sebuah kesempatan untuk mengejar sesuatu yang belum bisa kau capai? Tuhan membiarkan kau sendiri agar kau memiliki waktu lebih untuk fokus kepada banyak hal terutama sesuatu yang ingin kau capai atau kesempatan-kesempatan lain, bisa saja kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga, karir, mungkin juga cita-cita bahkan hobi pun bisa.

Jadi, masih mau untuk terus berburuk sangka atas suatu kesendirian? masih mau untuk terus terjebak dalam perspektif nihil yang sudah pasti sangat merugikan?

Aku sudah beri perspektif lain atas kesendirian, coba mulai dipertimbangkan. Jika kau memiliki perspektif yang lain, coba tuliskan di kolom komentar di bawah atau jka kau punya argumen yang kuat untuk membenarkan sikap nihilmu itu, tuliskan juga aku ingin lihat seberapa dalam sikap nihil itu mengekangmu.

Hidup ini singkat, tapi kita memiliki banyak pilihan untuk menanggapi arti dari suatu kesendirian. Merugilah kita kalau hidup yang singkat ini hanya terjebak untuk menikmati sedih.