Ada banyak kemampuan yang harus dilatih sebagai manusia untuk hidup di dunia. Kemampuan untuk bekerja, kemampuan untuk bersosial, sampai kemampuan untuk diri sendiri, seperti memasak atau menjahit. Semua itu dilatih berdasarkan tujuan tertentu dengan masa waktu yang tidak sedikit, tergantung dari tingkat kesulitan dan kemauan untuk melatih kemampuan itu sendiri.
Menurutku ada satu kemampuan yang juga harus dilatih manusia, yaitu melatih kemampuan untuk pandai menghabiskan waktu sendirian. Tidak ada hal yang menjamin bahwa kita akan selalu hidup berramai-ramai atau berpasangan. Tidak ada satu hal yang pasti untuk menjamin itu. Kita semua sebagai manusia selalu punya kesempatan risiko untuk hidup sendiri. Hidup dengan segala kemungkinan atas kehilangan yang siap menyapa di depan, akan menjadi masalah jika kita memberikan ekspektasi atas kehilangan-kehilangan tersebut. Jadi, tidak ada salahnya untuk memulai melatih kemampuan untuk pandai menghabiskan waktu sendirian.
Aku menyakini kemampuan ini akan sangat berguna di masa depan, kita sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi resiko kehilangan yang menyapa di depan. Tentu, ini dilakukan untuk kebaikan diri kita sendiri. Banyak orang yang tidak siap menghadapi kesendirian karena kehilangan. Padahal mereka sadar, kemungkinan mereka disapa oleh kehilangan sangat besar. Tapi anehnya, banyak dari kita paham akan risiko ini tapi tidak banyak yang bisa memiliki kemampuan untuk pandai menghabiskan waktu sendirian. Mungkin penyebabnya karena mereka terlalu percaya diri hidupnya akan selalu berramai-ramai atau berpasangan, atau mereka memang enggan untuk berlatih karena tak bisa memilih sebab dibutakan kenyamanan kehidupan berpasangan.
Atas segala risiko kehilangan yang siap menyapa di depan akan berpusat pada ekspektasi kita akan sesuatu kehilangan tersebut. Ekspektasi bisa dikatakan menjadi sumber masalah utama manusia dalam menikmati kekecewaan. Semakin tinggi ekspektasi, semakin tinggi kekecewaan. Tapi banyak dari kita tak sadar akan hal ini, masih saja terjebak dalam ekspektasi tinggi. Lalu ketika kecewa sudah datang, mulai menyalahkan siapapun di sekitarnya. Padahal, ini salahnya sendiri kenapa mau berekspektasi terlalu tinggi atas suatu hal yang sebenarnya dia sadari bahwa tak ada yang menjamin ekspektasinya terhindar dari kekecewaan.
Melalui kemampuan untuk pandai menghabiskan waktu sendirian, kita akan terbiasa untuk tidak berekspektasi kepada apapun dan kepada siapapun. Semua manusia memiliki kesempatan untuk saling mengecewakan, hanya dirimu sendirilah yang sebenar-benarnya tidak akan pernah mengecewakan. Melalui kemampuan untuk pandai menghabiskan waktu sendirian, kita belajar untuk lebih peduli atas diri sendiri, menyayangi diri sendiri, menjaga diri sendiri, sampai belajar untuk tidak mengecewakan diri sendiri sebagai balasan karena diri juga tidak akan pernah mengecewakan kita.
Daripada sibuk untuk menghabiskan waktu atas ekspektasi orang lain yang tidak memiliki jaminan apapun, lebih baik kita sibuk untuk melatih kesendirian. Mempersiapkan diri atas segala risiko kehilangan di depan, karena ketika kehilangan sudah menyapa, kita sudah terbiasa. Melatih kemampuan untuk pandai menghabiskan waktu sendirian pada akhirnya akan menghasilkan lega. Bukankah yang selalu dicari manusia dalam hidup adalah kelegaan? Dengan melatih kesendirian, mul kita sendiri?