Belakangan, aku sering kembali bertanya kepada diri sendiri: mungkinkah hidup berpasangan memang bukan jalanku? Dan tetap memilih sendiri merupakan sebuah kesalahan?

Jujur, aku pernah bahkan sering berpikir bahwa hidup berpasangan sepertinya memang bukan buatku. Rasanya seperti berjalan di tepi jalan yang sunyi, menonton kerumunan orang-orang yang melaju di sisi jalan sebaliknya dengan hidup berpasangan, menikah, dan memiliki anak.

Kita hidup di masyarakat yang menjadikan pasangan serta keluarga sebagai ukuran kesuksesan hidup. Tidak aneh kalau banyak dari kita merasa bersalah, gagal bahkan aneh jika tetap memilih untuk sendiri.

Memang, pendapat tersebut tidak salah karena mereka percaya bahwa hidup berpasangan merupakan sebuah kebahagiaan. Meskipun, menurutku ini bias, bukan sebuah kebenaran yang mutlak.

Memilih hidup sendiri bukan berarti sebuah kehampaan. Banyak orang takut hidup sendiri karena membayangkan hidup menjadi sunyi dan kosong. Tapi nyatanya, menurutku kebahagiaan itu harusnya bergantung pada kualitas relasi dan makna hidup, bukan status hubungan romantis semata.

Memperoleh hidup yang penuh makna, menurutku bisa diraih dengan mengejar mimpi-mimpi yang belum sempat tercapai, berkontribusi pada hidup orang lain seperti mendengar keluh kesahnya tentang kehidupan, atau melakukan ritual-ritual kecil yang membahagiakan seperti minum kopi, membaca buku atau sekedar menikmati sore dengan berjalan kaki.

Pada akhirnya, memilih untuk tetap sendiri setidaknya untuk saat ini merupakan sebuah langkah berani untuk hidup sesuai dengan keinginan diri sendiri. Bukan menutup kemungkinan bahwa suatu hari akan berubah pikiran. Tapi kalau saat ini merasa lebih damai dan bahagia untuk hidup sendiri, lantas apa salahnya?

Aku pernah bertanya dengan diri sendiri apakah hidupku akan kosong jika tidak memiliki pasangan? Ternyata jawabannya tidak. Aku memiliki hobi yang cukup tulus menemaniku sejak lama. Punya mimpi yang pelan-pelan aku coba susun kembali dengan menambahkan komitmen di dalamnya. Serta sebuah kebebasan untuk memeluk sepi dan bahagia dalam waktu yang sama.

Hidup bukan soal memenuhi ekspektasi orang lain. Hidup adalah soal menemukan apa yang membuat kita merasa penuh, meskipun itu jalannya berbeda.

Dan jika pilihan ini membuatku lebih utuh, maka biarlah hidup sendiri bukan menjadi sebuah kesahalan, melainkan keberanian untuk setia pada diri sendiri.